1. STUDI KASUS BK BELAJAR: KURANGNYA KONSENTRASI BELAJAR SISWA
2. ANALISIS MASALAH
Ada beberapa tipe-tipe siswa disaat pelajaran sedang berlangsung yaitu:
a. Pada saat belajar berlangsung, banyak siswa yang beralasan izin keluar kelas dengan berbagai alasan, akhirnya materi yang diajarkan seorang guru pada hari itu tidak semua mereka terima, dan hal ini sangatlah fatal dalam mencapai tujuan belajar.
b. Kebiasaan buruk diluar kelas, siswa terapkan didalam kelas, seperti cara berbicara yang tidak baik, berpakaian yang tidak baik dan sikap yang kurang sopan.
c. Ada siswa disaat waktu belajar berlangsung bukannya memperhatikan materi pelajaran melainkan; menggambar, bernyanyi, dan tidak sadar akan tujuan belajar
d. Ketika diberikan kesempatan untuk bertanya setelah materi selesai, banyak siswa yang diam dan tidak bertanya karena tidak tahu harus bertanya apa tentang materi yang sedang berlangsung dipelajari.
e. Ketika seorang guru memberikan pertanyaan tentang materi yang sudah dipelajari saat itu, berupa soal latihan, banyak siswa tidak bisa mengerjakan soalnya dan bahkan mereka balik bertanya kepada guru.
Dari beberapa masalah siswa diatas, tentang kuranganya konsentrasi siswa dalam menyikapi materi pelajaran, ada beberapa faktor yang mempengaruhi karakteristik siswa dikelas selama proses belajar berlangsung yaitu dipengaruhi oleh faktor lingkungan antara lain:
a. Lingkungan Informal
lingkungan informal adalah lingkungan keluarga, dimana sebagai lingkungan utama yang dapat mempengaruhi karakteristik siswa dalam pola perilaku didalam kehidupannya. Bapak dan Ibu sebagai orang tua siswa memiliki peran yang urgen dalalam setiap gerak-gerik anak-anaknya dalam dalam bertingkahlaku, jika didalam suatu keluarga orang tua menanamkan hal-hal yang baik untuk anak-anaknya maka anakpun berperilaku baik tetapi juga sebaliknya jika ditanamkan tidak baik.
b. Lingkungan Formal
Lingkungan formal adalah lingkungan kedua, dari lingkungan informal dimana dilingkungan ini, adalah lingkungan yang sangat mempengaruhi kemajuan siswa dalam status dan perannya ditengah-tengah masyarakat dimasa yang akan datang, dilingkungan sekolah ini, siswa akan selalu saling berinteraksi dengan guru dan teman-temannya dengan suasana yang indah dan ceria terlihat sikap kepolosan siswa disaat usia muda dikelas dalam setiap aktivitasnya, dan siswa selalu diberikan kesempatan untuk menggali potensinya masing-masing oleh guru sebaga pendidik,pengajar, dan pembimbing, sehingga guru akan selalu memberikan kemudahan-kemudahan kepada siswa-siswanya dalam mengembangkan bakat, minat, dan wataknya masing-masing.
c. Lingkungan Nonformal
Lingkungan nonformal adalah lingkungan masyarakat, yaitu sebagai lingkungan sosial yang membentuk pola perilaku siswa dalam tingkah lakunya. Lingkungan ini bisa bersifat positif jika dimanfaatkan siswa dalam setiap luang waktu seperti kursus bahasa inggris, bahasa arab, komputer, pertanian, matematika dan lain-lain,jadi hal ini berarti bisa mengembangkan dan meningktkan kualitas hasil belajar siswa dikelas, tetapi juga sebaliknya jika siswa mengisi waktunya dengan hal-hal yang tidak baik,seperti; main gadget yang berlebihan, banyak malas-malasan, tidur-tiduran yang tidak teratur dan lain-lain yang bersifat buruk, maka hal ini juga sangat mempengaruhi karakter siswa dalam konsentrasi belajar dikelas.
Jadi konsentrasi siswa dalam proses pembelajaran dikelas sangtlah penting karena konsentrasi adalah inti utama dalam menunjang keberhasilan siswa dalam proses belajar dikelas. Hal ini sangatlah dipengaruhi oleh lingkungan informal, dan lingkungan nonformal dalam kaitannya dengan lingkungan formal yaitu sekolah, guru sebagai tenaga pendidik, harus melakukan sosialisai dengan orang tua siswa dan masyarakat dalam melakukan pengawasan setiap tingkah laku siswa, sehingga proses pembelajaran dikelas berlangsunag dengan kondusif, fokus, aktif, kreatif inovatif, mandiri, dan menyenangkan.
Dampak yang paling terlihat dari kuranya konsentrasi siswa pada saat pelajaran sedang berlangsung sangat mempengaruhi hasil belajarnya mungin yang tadinya dimata pelajaran tertentu siswa tersebut memili nilai yang tuntas atau mencapai standar karena siswa tersebut siswa tersebut mengalami kurangnya konsentrasi, maka bisa saja nilainya kini tidak mencapai standar kelulusan sehingga harus mengikuti remedial.
3. LAYANAN YANG AKAN DIBERIKAN
a. Layanan penguasaan konten
Prayitno (2004: 2) menjelaskan layanan penguasaan konten merupakan Layanan bantuan kepada individu (sendiri-sendiri ataupun kelompok) untuk menguasai kemampuan ataupun kompetensi tertentu melalui kegiatan belajar. Kemampuan atau kompetensi yang dipelajari itu merupakan satu unit konten yang didalamnya terkandung fakta dan data, konsep, proses, hukum dan aturan, nilai, persepsi, afeksi, sikap dan tindakan yang terkait didalamnya.
Layanan penguasaan konten membantu individu menguasi aspek-aspek konten membantu individu menguasai aspek-aspek konten tersebut secara tersinergikan. Dengan penguasaan konten, individu diharapkan mampu memenuhi kebutuhannya serta mengatasi masalah-masalah yang dialaminya.
b. Layanan konsultasi
Tiga etika dasar konseling, yaitu kerahasiaan, kesukarelaan, dan keputusan diambil oleh klien sendiri (Munro, dkk,) sepenuhnya berlaku pada proses konsultasi dalam layanan KSI. Ketiga etika ini terkait langsung dengan asas-asas konseling. Kerahasiaan konsulti dan pihak ketiga, hal-hal yang menyangkut diri dan masalah mereka, dirahasiakan dengan ketat oleh konsultan (konselor).
Dengan jaminan untuk terjaganya rahasia konsulti dan pihak ketiga itu, konsulti diharapkan bersikap sukarela datang sendiri kepada konselor untuk melakukan konsultasi. Selanjutnya konsulti juga terbuka mengemukakan dan mendiskusikan berbagai hal, baik berkenaan dengan diri konsulti sendiri maupun permasalahan pihak ketiga, untuk suksesnya proses konsultasi.
c. Layanan bimbingan kelompok
Menurut Dewa Ketut Sukardi (2002 :48),bimbingan kelompok yaitu layanan bimbingan yang memungkinkan sejumlah peserta didik secara bersama-sama memperoleh berbagai bahan dari nara sumber tertentu (terutama dari pembimbing/ konselor) yang berguna untuk menunjang kehidupannya sehari-hari baik individu maupun sebagai pelajar, anggota keluarga dan masyarakat serta untuk pertimbangan dalam pengambilan keputusan.
d. Layanan konseling kelompok
Menurut Prof. Mungin (2005 : 17) menyatakan bimbingan kelompok adalah suatu kegiatan kelompok di mana pimpinan kelompok menyediakan informasi-informasi dan mengarahkan diskusi agar anggota kelompok menjadi lebih sosial atau untuk membantu anggota-anggota kelompok untuk mencapai tujuan-tujuan bersama.
Konseling kelompok diberikan kepada siswa dengan tujuan untuk mengentaskan masalah yang dihadapi oleh siswa, dalam konseling kelompok diharapkan agar siswa terbuka terhadap masalahnya juga terbuka kepada sesama konseli agar apa yang menjadi tujuan konseling dapat tercapai, sehingga malasah yang dihadapi oleh siswa dapat terentaskan atau terselesaikan.
Selasa, 19 Desember 2017
Bimbingan dan konseling industri
PEMAHAMAN KERAGAMAN INDIVIDU DALAM ORGANISASI DAN HUBUNGANNYA DENGAN KERAGAMAN INDIVIDU DALAM ORGANISASI
Perbedaan individu nantinya dapat melahirkan perilaku-perilaku seseorang dalam sebuah organisasi, dan dengan prilaku anggota organisasi yang beragam inilah yang natinya dapat melahirkan sebab dan akibat yang akhirya akan berpengaruh pada kinerja perorangan dan organisasi. Dalam organisasi tentu wajar akan terjadi perbedaan usia, karna disitu lah akan mempengaruhi kinerja suatu organisasi.
Diversity in Organization adalah keragaman/perbedaan di dalam suatu organisasi. Perbedaan tersebut yaitu usia, agama, ras, fisik, dan gender. Dengan keragaman, organisasi dapat memperoleh berbagai pandangan, kemampuan, dan berbagai hal untuk mengatasi permasalahan organisasi atau perusahaan, dan dapat juga meningkatkan efektivitas perusahaan.
1. Usia
Biasanya yang lebih tua akan lebih berpengalaman. Namun bukan berarti yang lebih muda tidak memiliki kemampuan. Di zaman sekarang justru yang muda lah yang berkreasi.
2. Jenis kelamin
Perbedaan jenis kelamin disini biasnya diartikan bahwa jika karyawan laki-laki lebih mampu mengerjakan pekerjaan yang banyak dari pada perempuan. Hal ini karena dilihat dari faktor fisik perempuan lebih lemah dibandingkan dengan laki-laki.
3. Status Perkawinan
Hasil riset menunjukkan bahwa karyawan yang telah menikah mempunyai tingkat pengunduruan diri yang rendah, dan lebih puas dengan pekerjaannya di banding rekan sejawat yang belum menikah, hal ini karena seseorang yang telah menikah mempunyai tanggung jawab yang lebih besar rekannya yang belum menikah.
4. Kepribadian
Kepribadian disini diartikan bahwa ada orang yang mudah berinteraksi dengan orang lain sehingga mampu melakukan adaptadi dalam satu organisasi tertentu dan ada juga yang tidak.
5. Ras dan Etnis
Dalam segi ini sepertinya sangat sensitif. karna banyak organisasi yang menerima perbedaan antara berbagai ras dan etnis.
6. Pendidikan
Dalam suatu organisasi, tingkat pendidikan orang didalamanya berbeda-berbeda ada yg SMA, S1, S2 bahkan mungkin ada juga yang tidak memiliki pendidikan yang baik. Tingkat pendidikan seseorang didalam organisasi mempengaruhi cara ia berinteraksi dan beradaptasi.
7. Agama
Agama yang berbeda-beda dalam organisasi memungkinkan oarang-orang didalamnya untuk saling menghargai dan menghormati keyakinan masing sehingga tetp tercipta kerukunan didalamnya.
8. Fisik
Penampilan fisik dapat menimbulkan respon yang berbeda-beda dari oarang lain. Ada yang baik ada pula yang tidak.
Dari penjelasan diatas dapat diketahui pemahaman keragaman individu dalam organisasi dan hubungannya dengan keragaman individu dalam organisasi sangat penting karena supaya didalam organisasi itu tercipta kerukunan dan keharmonisan maka diperlukannya pemahaman keragaman individu yang baik anatara anggota yang satu maupun anggota yang lain. Jika dalam suatu organisasi anggotanya tidak memiliki pemahaman keragaman organisasi yang baik, baik itu keragaman usia, agama, jenis kelamin, fisik, ras, etnis, kepribadian maupun status perkawianan maka oragnisasi tersebut tidak akan mampu berkembang karna sedikit demi sedikit akan ditinggalkan oleh anggotanya serta tidak akan mampu mencapai tujuan yang diingginkan krna tidak memiliki rasa persatuan didalamnya.
Perbedaan individu nantinya dapat melahirkan perilaku-perilaku seseorang dalam sebuah organisasi, dan dengan prilaku anggota organisasi yang beragam inilah yang natinya dapat melahirkan sebab dan akibat yang akhirya akan berpengaruh pada kinerja perorangan dan organisasi. Dalam organisasi tentu wajar akan terjadi perbedaan usia, karna disitu lah akan mempengaruhi kinerja suatu organisasi.
Diversity in Organization adalah keragaman/perbedaan di dalam suatu organisasi. Perbedaan tersebut yaitu usia, agama, ras, fisik, dan gender. Dengan keragaman, organisasi dapat memperoleh berbagai pandangan, kemampuan, dan berbagai hal untuk mengatasi permasalahan organisasi atau perusahaan, dan dapat juga meningkatkan efektivitas perusahaan.
1. Usia
Biasanya yang lebih tua akan lebih berpengalaman. Namun bukan berarti yang lebih muda tidak memiliki kemampuan. Di zaman sekarang justru yang muda lah yang berkreasi.
2. Jenis kelamin
Perbedaan jenis kelamin disini biasnya diartikan bahwa jika karyawan laki-laki lebih mampu mengerjakan pekerjaan yang banyak dari pada perempuan. Hal ini karena dilihat dari faktor fisik perempuan lebih lemah dibandingkan dengan laki-laki.
3. Status Perkawinan
Hasil riset menunjukkan bahwa karyawan yang telah menikah mempunyai tingkat pengunduruan diri yang rendah, dan lebih puas dengan pekerjaannya di banding rekan sejawat yang belum menikah, hal ini karena seseorang yang telah menikah mempunyai tanggung jawab yang lebih besar rekannya yang belum menikah.
4. Kepribadian
Kepribadian disini diartikan bahwa ada orang yang mudah berinteraksi dengan orang lain sehingga mampu melakukan adaptadi dalam satu organisasi tertentu dan ada juga yang tidak.
5. Ras dan Etnis
Dalam segi ini sepertinya sangat sensitif. karna banyak organisasi yang menerima perbedaan antara berbagai ras dan etnis.
6. Pendidikan
Dalam suatu organisasi, tingkat pendidikan orang didalamanya berbeda-berbeda ada yg SMA, S1, S2 bahkan mungkin ada juga yang tidak memiliki pendidikan yang baik. Tingkat pendidikan seseorang didalam organisasi mempengaruhi cara ia berinteraksi dan beradaptasi.
7. Agama
Agama yang berbeda-beda dalam organisasi memungkinkan oarang-orang didalamnya untuk saling menghargai dan menghormati keyakinan masing sehingga tetp tercipta kerukunan didalamnya.
8. Fisik
Penampilan fisik dapat menimbulkan respon yang berbeda-beda dari oarang lain. Ada yang baik ada pula yang tidak.
Dari penjelasan diatas dapat diketahui pemahaman keragaman individu dalam organisasi dan hubungannya dengan keragaman individu dalam organisasi sangat penting karena supaya didalam organisasi itu tercipta kerukunan dan keharmonisan maka diperlukannya pemahaman keragaman individu yang baik anatara anggota yang satu maupun anggota yang lain. Jika dalam suatu organisasi anggotanya tidak memiliki pemahaman keragaman organisasi yang baik, baik itu keragaman usia, agama, jenis kelamin, fisik, ras, etnis, kepribadian maupun status perkawianan maka oragnisasi tersebut tidak akan mampu berkembang karna sedikit demi sedikit akan ditinggalkan oleh anggotanya serta tidak akan mampu mencapai tujuan yang diingginkan krna tidak memiliki rasa persatuan didalamnya.
Percakapan Konseling Mikro Tahap Kegiatan Inti Menggunakan 4 Teknik
Konseli : Pak ada orang satu kelasku dia tidak suka dengan saya pak . Setiap nilaiku naik atau tinggi pak suka lain-lain sama saya pak . Tapi saya tidak tahu juga pak kalau gara-gara nilai kah dia lain-lain sama saya .
Konselor : berarti kamu bilang itu orang tidak suka kamu tapi dia suka mencari tahu tentang kamu begitu ?(Teknik Confronting)
Konseli : Iye pak dia tidak suka saya tapi dia sering ji caritahu tentang saya pak seperti toh pak kalau tentang nilai dia cari tahu betul itu tentang saya pak .
Konselor : hah , jadi itu orang setiap tentang nilaimu dia cari tahu betul ?
Konseli : iya pak dia cari tahu betul itu pak .
Konselor : jadi yang dia cari tahu itu cuma tentang nilaimu saja ?
Konseli : Saya tidak tahu juga pak , karena saya tidak tahu pak apa kasian yang dia tidak suka kan sama saya pak . karena dia suka juga ceritakan saya dibelakangku pak . baru biasa juga tiba-tiba dia langsung tidak ajak saya bicara pak .
Konselor : berarti ada satu kelasmu yang tidak suka sama kamu dan dia ceritakan terus kamu dibelakangmu tapi kenapa kamu bisa tahu dia suka ceritakan kamu dibelakangmu ?
Konseli : Karena toh pak setiap saya suka pergi sama mereka kayak mereka lain-lain sama saya pak . Dengan seakan-akan mereka kayak jauhi saya pak .
Konselor : Jadi itu dikelas kamu suka kayak dijauhi kah ?
Konseli : Iye pak . karena kasian toh pak biasa kalau teman-teman lain mereka kumpul-kumpul saya suka mi juga ikut-ikut . tapi tiba-tiba pak mereka langsung lain-lain pak kayak mereka lagi cerita pak langsung berhenti ceritanya karena ada saya pak .
Konselor : berarti gara-gara itu temanmu yang tidak suka kamu, suka cerita sama teman-temanmu yang lain . Maka dari itu teman-temanmu yang lain langsung jauhi kamu ?
Konseli : iya pak begitu . kayaknya toh pak kalau mereka begitu terus pak rasanya pak saya ingin mi berhenti sekolah pak . saya capek pak mereka suka jauhi saya sedangkan saya tidak tahu apa salahku sama teman-temanku yang lain ? kenapa mereka juga ikut jauhi saya pak (sedih) (Teknik interpretasi)
Konselor : Kalau kamu berhenti sekolah Cuma gara2 kamu dijauhi sama teman2mu toh . Malah dorang akan semakin senang dan malah itu yang tidak suka kamu toh dia tambah banyak mi bahan ceritanya untuk ceritakan kamu . ( Teknik interpretasi )
Konseli : tapi pak saya capek kasian pak . saya kesekolah mau belajar pak tapi malah saya tidak bisa konsen pak gara-gara mereka suka bisi-bisi pak dibelakangku.
Konselor : abaikan mi saja apa yang dorang teman-temanmu mau cerita .. jangan mi kamu dengar.
Konseli : bagaimana pak caranya saya tidak mau dengar pak nah dorang dibelakangku pak kasian dorang suka cerita pak . Saya capek pak kasian kalau dorang begitu biasa saya berpikir pak kalau saya ingin kasian pak mau pukul dorang pak .
Konselor : tidak boleh begitu ,kalau kamu pukul itu yang tidak suka kamu . Teman-teman yang lainmu tambah jengkel mi kamu . Mereka berpikir mi kalau yang dia cerita itu orang betul mi .
Konseli : saya mau bagaimana kasian pak . Masalahnya kasian pak bukan hanya disekolah saja pak . tapi pak kalau di luar sekolah juga pak dia suka kasian singgung-singgung saya pak .
Konselor : Jadi dia suka juga singgung-singgung kamu diluar sekolah ?
Konseli : iye pak . Saya capek mi pak dengan sifatnya kasian pak( sedih)
Konselor : Berarti kamu lelah mi dengan sifatnya begitu ? ( Teknik Refleksi )
Konseli : iye pak saya lelah. saya tidak tahu pak harus bagaimana pak.. tidak di dalam kelas diluar kelas pun juga pak dia begitu.
Konselor : berarti kamu merasa tidak dihargai baik didalam kelas maupun diluar kelas ?
Konseli : iye pak saya merasa tidak dihargai pak .
Konselor : berarti ini juga pengalaman burukmu ? karena biar diluar kelas dia suka juga ceritakan kamu sehingga kamu di jauhi ?
Konseli : iye pak pengalaman buruk kasian ini pak .
Konselor : berarti ini pengalaman burukmu di ? ( Teknik Pemberian dukungan )
Konseli : iye pak kasian
Konselor : hmmm .. oh yaa ( kepala dianggukan )
Konseli : Pak lebih baik saya ajak saja dia bicara di pak , saya tanya dia apa salahku sehingga dia tidak suka dengan saya pak . Atau pak saya biarkan saja dia begitu pak sampai dia capek ji nanti tidak suka saya pak.
Konselor : jadi menurutmu toh yang mana kamu pilih dari itu pilihan sehingga menurutmu kamu nyaman .
Konseli : menurutku pak lebih baik saya ajak bicara baik-baik baru saya tanya pak apa yang dia tidak sukai saya pak atau apa salahku pak, supaya saya tahu mi pak apa yang dia tidak suka kan saya pak .
Konselor : ohhh iyaaa ( memberikan senyuman ) kapan kira2 kamu akan mulai ?
Konseli : insyallah pak besok saya mulai mi pak .
Konselor : jadi apa mi yg mendukung keberhasilan dari pilihanmu ?
Konseli : mungkin pak dia tidak akan mi ceritakan saya lagi pak dengan saya tidak dijauhi mi dikelas pak .
Konselor : ohh iyaa rencana yang bagus sekali . kamu pasti bisa melakukan perubahan itu
Konseli : iyaa makasih pak
Konseli : Pak ada orang satu kelasku dia tidak suka dengan saya pak . Setiap nilaiku naik atau tinggi pak suka lain-lain sama saya pak . Tapi saya tidak tahu juga pak kalau gara-gara nilai kah dia lain-lain sama saya .
Konselor : berarti kamu bilang itu orang tidak suka kamu tapi dia suka mencari tahu tentang kamu begitu ?(Teknik Confronting)
Konseli : Iye pak dia tidak suka saya tapi dia sering ji caritahu tentang saya pak seperti toh pak kalau tentang nilai dia cari tahu betul itu tentang saya pak .
Konselor : hah , jadi itu orang setiap tentang nilaimu dia cari tahu betul ?
Konseli : iya pak dia cari tahu betul itu pak .
Konselor : jadi yang dia cari tahu itu cuma tentang nilaimu saja ?
Konseli : Saya tidak tahu juga pak , karena saya tidak tahu pak apa kasian yang dia tidak suka kan sama saya pak . karena dia suka juga ceritakan saya dibelakangku pak . baru biasa juga tiba-tiba dia langsung tidak ajak saya bicara pak .
Konselor : berarti ada satu kelasmu yang tidak suka sama kamu dan dia ceritakan terus kamu dibelakangmu tapi kenapa kamu bisa tahu dia suka ceritakan kamu dibelakangmu ?
Konseli : Karena toh pak setiap saya suka pergi sama mereka kayak mereka lain-lain sama saya pak . Dengan seakan-akan mereka kayak jauhi saya pak .
Konselor : Jadi itu dikelas kamu suka kayak dijauhi kah ?
Konseli : Iye pak . karena kasian toh pak biasa kalau teman-teman lain mereka kumpul-kumpul saya suka mi juga ikut-ikut . tapi tiba-tiba pak mereka langsung lain-lain pak kayak mereka lagi cerita pak langsung berhenti ceritanya karena ada saya pak .
Konselor : berarti gara-gara itu temanmu yang tidak suka kamu, suka cerita sama teman-temanmu yang lain . Maka dari itu teman-temanmu yang lain langsung jauhi kamu ?
Konseli : iya pak begitu . kayaknya toh pak kalau mereka begitu terus pak rasanya pak saya ingin mi berhenti sekolah pak . saya capek pak mereka suka jauhi saya sedangkan saya tidak tahu apa salahku sama teman-temanku yang lain ? kenapa mereka juga ikut jauhi saya pak (sedih) (Teknik interpretasi)
Konselor : Kalau kamu berhenti sekolah Cuma gara2 kamu dijauhi sama teman2mu toh . Malah dorang akan semakin senang dan malah itu yang tidak suka kamu toh dia tambah banyak mi bahan ceritanya untuk ceritakan kamu . ( Teknik interpretasi )
Konseli : tapi pak saya capek kasian pak . saya kesekolah mau belajar pak tapi malah saya tidak bisa konsen pak gara-gara mereka suka bisi-bisi pak dibelakangku.
Konselor : abaikan mi saja apa yang dorang teman-temanmu mau cerita .. jangan mi kamu dengar.
Konseli : bagaimana pak caranya saya tidak mau dengar pak nah dorang dibelakangku pak kasian dorang suka cerita pak . Saya capek pak kasian kalau dorang begitu biasa saya berpikir pak kalau saya ingin kasian pak mau pukul dorang pak .
Konselor : tidak boleh begitu ,kalau kamu pukul itu yang tidak suka kamu . Teman-teman yang lainmu tambah jengkel mi kamu . Mereka berpikir mi kalau yang dia cerita itu orang betul mi .
Konseli : saya mau bagaimana kasian pak . Masalahnya kasian pak bukan hanya disekolah saja pak . tapi pak kalau di luar sekolah juga pak dia suka kasian singgung-singgung saya pak .
Konselor : Jadi dia suka juga singgung-singgung kamu diluar sekolah ?
Konseli : iye pak . Saya capek mi pak dengan sifatnya kasian pak( sedih)
Konselor : Berarti kamu lelah mi dengan sifatnya begitu ? ( Teknik Refleksi )
Konseli : iye pak saya lelah. saya tidak tahu pak harus bagaimana pak.. tidak di dalam kelas diluar kelas pun juga pak dia begitu.
Konselor : berarti kamu merasa tidak dihargai baik didalam kelas maupun diluar kelas ?
Konseli : iye pak saya merasa tidak dihargai pak .
Konselor : berarti ini juga pengalaman burukmu ? karena biar diluar kelas dia suka juga ceritakan kamu sehingga kamu di jauhi ?
Konseli : iye pak pengalaman buruk kasian ini pak .
Konselor : berarti ini pengalaman burukmu di ? ( Teknik Pemberian dukungan )
Konseli : iye pak kasian
Konselor : hmmm .. oh yaa ( kepala dianggukan )
Konseli : Pak lebih baik saya ajak saja dia bicara di pak , saya tanya dia apa salahku sehingga dia tidak suka dengan saya pak . Atau pak saya biarkan saja dia begitu pak sampai dia capek ji nanti tidak suka saya pak.
Konselor : jadi menurutmu toh yang mana kamu pilih dari itu pilihan sehingga menurutmu kamu nyaman .
Konseli : menurutku pak lebih baik saya ajak bicara baik-baik baru saya tanya pak apa yang dia tidak sukai saya pak atau apa salahku pak, supaya saya tahu mi pak apa yang dia tidak suka kan saya pak .
Konselor : ohhh iyaaa ( memberikan senyuman ) kapan kira2 kamu akan mulai ?
Konseli : insyallah pak besok saya mulai mi pak .
Konselor : jadi apa mi yg mendukung keberhasilan dari pilihanmu ?
Konseli : mungkin pak dia tidak akan mi ceritakan saya lagi pak dengan saya tidak dijauhi mi dikelas pak .
Konselor : ohh iyaa rencana yang bagus sekali . kamu pasti bisa melakukan perubahan itu
Konseli : iyaa makasih pak
Langganan:
Postingan (Atom)