Selasa, 19 Desember 2017

Studi Kasus

1. STUDI KASUS BK BELAJAR: KURANGNYA KONSENTRASI BELAJAR SISWA

2. ANALISIS MASALAH
Ada beberapa tipe-tipe siswa disaat pelajaran sedang berlangsung yaitu:

a. Pada saat belajar berlangsung, banyak siswa yang beralasan izin keluar kelas dengan berbagai alasan, akhirnya materi yang diajarkan seorang guru pada hari itu tidak semua mereka terima, dan hal ini sangatlah fatal dalam mencapai tujuan belajar.

b. Kebiasaan buruk  diluar kelas, siswa terapkan didalam kelas, seperti cara berbicara yang tidak baik, berpakaian yang tidak baik dan sikap yang kurang sopan.

c. Ada siswa disaat waktu belajar berlangsung bukannya memperhatikan materi pelajaran melainkan; menggambar, bernyanyi, dan tidak sadar akan tujuan belajar

d. Ketika diberikan kesempatan untuk bertanya setelah materi selesai, banyak siswa yang diam dan tidak bertanya karena tidak tahu harus bertanya apa tentang materi yang sedang berlangsung dipelajari.

e. Ketika seorang guru memberikan pertanyaan tentang materi yang sudah dipelajari saat itu, berupa soal latihan, banyak siswa tidak bisa mengerjakan soalnya dan bahkan mereka balik bertanya kepada guru.
Dari beberapa masalah siswa diatas, tentang kuranganya konsentrasi siswa dalam menyikapi materi pelajaran, ada beberapa faktor yang mempengaruhi karakteristik siswa dikelas selama proses belajar berlangsung yaitu dipengaruhi oleh faktor lingkungan antara lain:

a. Lingkungan Informal
lingkungan informal adalah lingkungan keluarga, dimana sebagai lingkungan utama yang dapat mempengaruhi karakteristik siswa dalam pola perilaku didalam kehidupannya. Bapak dan Ibu sebagai orang tua siswa memiliki peran yang urgen dalalam setiap gerak-gerik  anak-anaknya dalam dalam bertingkahlaku, jika didalam suatu keluarga orang tua menanamkan hal-hal yang baik untuk anak-anaknya maka anakpun berperilaku baik tetapi juga sebaliknya jika ditanamkan tidak baik.

b. Lingkungan Formal
Lingkungan formal adalah lingkungan kedua, dari lingkungan informal dimana dilingkungan ini, adalah lingkungan yang sangat mempengaruhi kemajuan siswa dalam status dan perannya ditengah-tengah masyarakat dimasa yang akan datang, dilingkungan sekolah ini, siswa akan selalu saling berinteraksi dengan guru dan teman-temannya dengan suasana yang indah dan ceria terlihat sikap kepolosan siswa disaat usia muda dikelas dalam setiap aktivitasnya, dan siswa selalu diberikan kesempatan untuk menggali potensinya masing-masing oleh guru sebaga pendidik,pengajar, dan pembimbing, sehingga guru akan selalu memberikan kemudahan-kemudahan kepada siswa-siswanya dalam mengembangkan bakat, minat, dan wataknya masing-masing.

c. Lingkungan Nonformal
Lingkungan nonformal adalah lingkungan  masyarakat, yaitu sebagai lingkungan sosial yang membentuk pola perilaku siswa dalam tingkah lakunya. Lingkungan ini bisa bersifat positif jika dimanfaatkan siswa dalam setiap luang waktu seperti kursus bahasa inggris, bahasa arab, komputer, pertanian, matematika  dan lain-lain,jadi hal ini berarti bisa mengembangkan dan meningktkan kualitas  hasil belajar siswa dikelas, tetapi juga sebaliknya jika siswa mengisi waktunya dengan hal-hal yang tidak baik,seperti;  main gadget yang berlebihan, banyak malas-malasan, tidur-tiduran yang tidak teratur dan lain-lain yang bersifat buruk, maka hal ini juga sangat mempengaruhi karakter siswa dalam konsentrasi belajar dikelas.
Jadi konsentrasi siswa dalam proses pembelajaran dikelas sangtlah penting karena konsentrasi adalah  inti utama dalam menunjang keberhasilan siswa dalam proses belajar dikelas. Hal ini sangatlah dipengaruhi oleh lingkungan informal, dan lingkungan nonformal dalam kaitannya dengan lingkungan formal yaitu sekolah, guru sebagai tenaga pendidik, harus melakukan sosialisai dengan orang tua siswa dan masyarakat dalam melakukan pengawasan setiap tingkah laku siswa, sehingga proses pembelajaran dikelas berlangsunag dengan kondusif, fokus, aktif, kreatif inovatif, mandiri, dan menyenangkan.
Dampak yang paling terlihat dari kuranya konsentrasi siswa pada saat pelajaran sedang berlangsung sangat mempengaruhi hasil belajarnya mungin yang tadinya dimata pelajaran tertentu siswa tersebut memili nilai yang tuntas atau mencapai standar karena siswa tersebut siswa tersebut mengalami kurangnya konsentrasi, maka bisa saja nilainya kini tidak mencapai standar kelulusan sehingga harus mengikuti remedial.

3. LAYANAN YANG AKAN DIBERIKAN

a. Layanan penguasaan konten
Prayitno (2004: 2) menjelaskan layanan penguasaan konten merupakan Layanan bantuan kepada individu (sendiri-sendiri ataupun kelompok) untuk menguasai kemampuan ataupun kompetensi tertentu melalui kegiatan belajar. Kemampuan atau kompetensi yang dipelajari itu merupakan satu unit konten yang didalamnya terkandung fakta dan data, konsep, proses, hukum dan aturan, nilai, persepsi, afeksi, sikap dan tindakan yang terkait didalamnya.
Layanan penguasaan konten membantu individu menguasi aspek-aspek konten membantu individu menguasai aspek-aspek konten tersebut secara tersinergikan. Dengan penguasaan konten, individu diharapkan mampu memenuhi kebutuhannya serta mengatasi masalah-masalah yang dialaminya.


b. Layanan konsultasi
Tiga etika dasar konseling, yaitu kerahasiaan, kesukarelaan, dan keputusan diambil oleh klien sendiri (Munro, dkk,) sepenuhnya berlaku pada proses konsultasi dalam layanan KSI. Ketiga etika ini terkait langsung dengan asas-asas konseling. Kerahasiaan konsulti dan pihak ketiga, hal-hal yang menyangkut diri dan masalah mereka, dirahasiakan dengan ketat oleh konsultan (konselor).
Dengan jaminan untuk terjaganya rahasia konsulti dan pihak ketiga itu, konsulti diharapkan bersikap sukarela datang sendiri kepada konselor untuk melakukan konsultasi. Selanjutnya konsulti juga terbuka mengemukakan dan mendiskusikan berbagai hal, baik berkenaan dengan diri konsulti sendiri maupun permasalahan pihak ketiga, untuk suksesnya proses konsultasi.

c. Layanan bimbingan kelompok
Menurut Dewa Ketut Sukardi (2002 :48),bimbingan kelompok yaitu layanan bimbingan yang memungkinkan sejumlah peserta didik secara bersama-sama memperoleh berbagai bahan dari nara sumber tertentu (terutama dari pembimbing/ konselor) yang berguna untuk menunjang kehidupannya sehari-hari baik individu maupun sebagai pelajar, anggota keluarga dan masyarakat serta untuk pertimbangan dalam pengambilan keputusan.

d. Layanan konseling kelompok
Menurut Prof. Mungin (2005 : 17) menyatakan bimbingan kelompok adalah suatu kegiatan kelompok di mana pimpinan kelompok menyediakan informasi-informasi dan mengarahkan diskusi agar anggota kelompok menjadi lebih sosial atau untuk membantu anggota-anggota kelompok untuk mencapai tujuan-tujuan bersama.
Konseling kelompok diberikan kepada siswa dengan tujuan untuk mengentaskan masalah yang dihadapi oleh siswa, dalam konseling kelompok diharapkan agar siswa terbuka terhadap masalahnya juga terbuka kepada sesama konseli agar apa yang menjadi tujuan konseling dapat tercapai, sehingga malasah yang dihadapi oleh siswa dapat terentaskan atau terselesaikan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar